Deskripsi Produk

350 ton double acting hole hydraulic cylinder

1. Describe:
RRH series of double acting hollow hydraulic jack has all the function of general hydraulic
jack, and it also has the function of pulling. It also used for tension PC strands, steel wire,
axle and drill rod.

2. Features:
Double acting design can highly improve the convenience.
Built-in safe valve can protect jack when over loading.
Cylinder can bear Max loading when Max stroke.
High quality seal ring make the jack’s life more long, no oil leakage.

3. Technology data:

Model Kapasitas
T
Stroke
B-A
mm
Closed
height
A
mm
Extend height
B
mm
Outer diameter
mm
Center hole
mm
Berat
Kg
RRH-307 30 178 330 508 114 33.3 22
RRH-3571 257 432 689 114 33.3 27
RRH-603 60 89 248 337 159 53.8 28
RRH-606 165 324 489 159 53.8 35
RRH-6571 257 438 695 159 53.8 46
RRH-1001 100 38 165 203 213 79.2 39
RRH-1003 76 254 330 213 79.2 61
RRH-1006 152 342 495 213 79.2 79
RRH-1571 257 460 718 213 79.2 107
RRH-1508 150 203 349 552 248 79.5 111

4.Application:
Our hydraulic jacks have been widely used for industrial field, such as steel plant, cement industry, chemical and refinery, bridge, railway, highway, hydropower station, ship repair, building, construction and maintenance.

5.Company information:
HangZhou Lead Equipment Co., Ltd. Have been in hydraulic tools industry since 2009.
Our main products as follow:
Single acting hydraulic jack/cylinder/ram (10-100 tons)
Single acting hollow hydraulic jack/cylinder/ram (12-100 tons)
Double acting hydraulic jack/cylinder/ram (50-2000 tons)
Double acting hollow hydraulic jack/cylinder/ram (50-2000 tons)
Single acting hydraulic jack/cylinder/ram with lock nut (55-200 tons)
Thin type single acting hydraulic jack/cylinder/ram (10-200 tons)
Ultrathin hydraulic jack/cylinder/ram (10-200 tons)
Flange type hydraulic jack/cylinder/ram (10-630 tons)
Synchronous hydraulic jack (10-1000 tons)
Hydraulic accessories: high pressure oil hose, couplers, seal kits, mainfold, etc.
All the tonnage, stroke, height can be customized according to client’s requirements, supply the best quality and serve. Our warranty is 2 years.

 

Jenis: Hydraulic Jack
Struktur: Hydraulic Jack
Capacity (Load): Standard Model: 30-150 Tons
Sumber Daya: Hidrolik
Max Height: Disesuaikan
Sertifikasi: CE, ISO 9001:2000, SGS
Kustomisasi:
Tersedia

|

silinder hidrolik

Bagaimana perbandingan silinder hidrolik dengan metode pembangkit gaya lainnya seperti motor listrik?

Silinder hidrolik dan motor listrik adalah dua metode pembangkitan gaya yang berbeda dengan karakteristik dan aplikasi yang berbeda pula. Meskipun silinder hidrolik dan motor listrik sama-sama dapat menghasilkan gaya, keduanya berbeda dalam hal prinsip kerja, atribut kinerja, dan kesesuaian untuk aplikasi tertentu. Berikut perbandingan rinci antara silinder hidrolik dan motor listrik:

1. Prinsip Kerja:

– Silinder Hidrolik: Silinder hidrolik menghasilkan gaya melalui konversi tekanan fluida menjadi gerakan linier. Silinder ini terdiri dari tabung silinder, piston, batang piston, dan fluida hidrolik. Ketika fluida hidrolik bertekanan masuk ke dalam silinder, fluida tersebut mendorong piston, menyebabkan batang piston memanjang atau memendek, sehingga menghasilkan gaya linier.

– Motor Listrik: Motor listrik menghasilkan gaya melalui konversi energi listrik menjadi gerakan rotasi. Motor listrik terdiri dari stator, rotor, dan medan elektromagnetik. Ketika arus listrik dialirkan ke kumparan motor, arus tersebut menciptakan medan magnet yang berinteraksi dengan rotor, menyebabkan rotor berputar dan menghasilkan torsi.

2. Gaya dan Daya:

– Silinder Hidrolik: Silinder hidrolik dikenal karena kemampuan gaya yang tinggi. Silinder ini dapat menghasilkan gaya linier yang substansial, sehingga cocok untuk aplikasi tugas berat yang membutuhkan pengangkatan, pendorong, atau penarikan beban besar. Sistem hidrolik dapat memberikan keluaran gaya yang tinggi bahkan pada kecepatan rendah, memungkinkan kontrol yang tepat atas penerapan gaya. Namun, sistem hidrolik biasanya beroperasi pada kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan motor listrik.

– Motor Listrik: Motor listrik unggul dalam memberikan kecepatan putaran tinggi dan umumnya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan gerakan cepat. Meskipun motor listrik dapat menghasilkan torsi yang signifikan, motor ini cenderung memiliki daya keluaran yang lebih rendah dibandingkan dengan silinder hidrolik. Motor listrik cocok untuk aplikasi yang melibatkan gerakan putar terus menerus, seperti menggerakkan sabuk konveyor, mesin berputar, atau menggerakkan kendaraan.

3. Kontrol dan Presisi:

– Silinder Hidrolik: Sistem hidrolik menawarkan kontrol yang sangat baik atas gaya, kecepatan, dan posisi. Dengan mengatur aliran fluida hidrolik, gaya dan kecepatan silinder hidrolik dapat dikontrol secara tepat. Sistem hidrolik dapat memberikan akselerasi dan deselerasi bertahap, memungkinkan pergerakan yang halus dan presisi. Tingkat kontrol ini membuat silinder hidrolik sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan posisi yang tepat, seperti dalam otomatisasi industri atau peralatan konstruksi.

– Motor Listrik: Motor listrik juga menawarkan kontrol yang presisi terhadap kecepatan dan posisi. Melalui teknik kontrol motor seperti variasi tegangan, frekuensi, atau modulasi lebar pulsa (PWM), kecepatan putaran dan posisi motor listrik dapat dikontrol secara akurat. Motor listrik umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan kontrol kecepatan yang presisi, seperti robotika, mesin CNC, atau sistem servo.

4. Efisiensi dan Konsumsi Energi:

– Silinder Hidrolik: Sistem hidrolik dapat sangat efisien, terutama jika ukurannya tepat dan dirancang dengan benar. Namun, sistem hidrolik biasanya memiliki kehilangan energi yang lebih tinggi karena faktor-faktor seperti kebocoran fluida, gesekan, dan pembangkitan panas. Efisiensi keseluruhan sistem hidrolik bergantung pada desain, pemilihan komponen, dan praktik perawatan. Sistem hidrolik membutuhkan unit daya hidrolik untuk memberi tekanan pada fluida hidrolik, yang mengkonsumsi energi tambahan.

– Motor Listrik: Motor listrik dapat memiliki efisiensi tinggi, terutama bila dioperasikan pada kondisi operasi optimalnya. Motor listrik memiliki kehilangan energi yang lebih rendah dibandingkan sistem hidrolik, terutama karena tidak adanya kebocoran fluida dan kehilangan gesekan yang lebih rendah. Efisiensi keseluruhan motor listrik bergantung pada faktor-faktor seperti desain motor, kondisi beban, dan teknik kontrol. Motor listrik membutuhkan sumber daya listrik, dan konsumsi energinya bergantung pada daya nominal motor dan durasi operasinya.

5. Pertimbangan Lingkungan:

– Silinder Hidrolik: Sistem hidrolik biasanya menggunakan cairan hidrolik yang dapat menimbulkan masalah lingkungan jika bocor atau tidak dibuang dengan benar. Pilihan cairan hidrolik dapat memengaruhi faktor-faktor seperti kemampuan terurai secara hayati, toksisitas, dan potensi bahaya lingkungan. Perawatan yang tepat dan praktik pencegahan kebocoran sangat penting untuk meminimalkan dampak lingkungan dari sistem hidrolik.

– Motor Listrik: Motor listrik umumnya dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan cairan hidrolik. Namun, dampak lingkungan dari motor listrik bergantung pada sumber listrik yang digunakan untuk menggerakkannya. Jika digerakkan oleh sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya atau angin, motor listrik dapat menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem hidrolik.

6. Kesesuaian Aplikasi:

– Silinder Hidrolik: Silinder hidrolik umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan keluaran gaya tinggi, kontrol yang presisi, dan daya tahan. Silinder ini banyak digunakan di berbagai industri seperti konstruksi, manufaktur, pertambangan, dan kedirgantaraan. Sistem hidrolik sangat cocok untuk aplikasi tugas berat, seperti mengangkat benda berat, mengoperasikan mesin berat, atau mengendalikan pergerakan skala besar.

– Motor Listrik: Motor listrik banyak digunakan di berbagai industri dan aplikasi yang membutuhkan gerakan rotasi, kontrol kecepatan, dan pemosisian yang tepat. Motor listrik umumnya ditemukan di peralatan rumah tangga, transportasi, robotika, sistem HVAC, dan otomatisasi. Motor listrik cocok untuk aplikasi yang melibatkan gerakan rotasi kontinu, seperti menggerakkan sabuk konveyor, mesin berputar, atau menggerakkan kendaraan. Singkatnya, silinder hidrolik dan motor listrik memiliki prinsip kerja, kemampuan gaya, karakteristik kontrol, tingkat efisiensi, dan kesesuaian aplikasi yang berbeda. Silinder hidrolik unggul dalam memberikan keluaran gaya tinggi, kontrol yang tepat, dan daya tahan, menjadikannya ideal untuk aplikasi tugas berat. Motor listrik, di sisi lain, menawarkan kecepatan rotasi tinggi, kontrol kecepatan yang tepat, dan umumnya digunakan untuk aplikasi yang melibatkan gerakan rotasi kontinu. Pilihan antara silinder hidrolik dan motor listrik bergantung pada persyaratan spesifik aplikasi, termasuk jenis gerakan, keluaran gaya, presisi kontrol, dan pertimbangan lingkungan.

silinder hidrolik

Memastikan Kinerja Stabil Silinder Hidrolik di Bawah Beban yang Berfluktuasi

Silinder hidrolik dirancang untuk memberikan kinerja yang stabil bahkan di bawah beban yang berfluktuasi. Hal ini dicapai melalui berbagai mekanisme dan fitur yang memungkinkan kontrol dan kompensasi beban yang efisien. Mari kita jelajahi bagaimana silinder hidrolik memastikan kinerja yang stabil di bawah beban yang berfluktuasi:

  1. Desain Piston: Piston di dalam silinder hidrolik memainkan peran penting dalam pengendalian beban. Biasanya dilengkapi dengan segel dan cincin yang mencegah kebocoran cairan hidrolik dan memastikan transfer gaya yang efektif. Desain piston dapat menggabungkan fitur-fitur seperti piston bertingkat atau tandem, yang memberikan kemampuan menahan beban yang lebih baik dan stabilitas yang ditingkatkan dengan mendistribusikan beban ke beberapa permukaan.
  2. Peredam Silinder: Silinder hidrolik seringkali dilengkapi dengan mekanisme peredam untuk meminimalkan benturan dan guncangan yang disebabkan oleh fluktuasi beban. Peredam dapat dicapai melalui berbagai metode, seperti sekrup peredam yang dapat disetel, katup peredam hidrolik, atau cincin peredam elastomer. Mekanisme ini memperlambat pergerakan piston di dekat akhir langkah, mengurangi benturan dan mencegah penghentian mendadak yang dapat menyebabkan ketidakstabilan.
  3. Kompensasi Tekanan: Beban yang berfluktuasi dapat mengakibatkan variasi tekanan dalam sistem hidrolik. Untuk memastikan kinerja yang stabil, silinder hidrolik dilengkapi dengan mekanisme kompensasi tekanan. Mekanisme ini menjaga tingkat tekanan yang konsisten dalam sistem, terlepas dari perubahan beban. Kompensasi tekanan dapat dicapai melalui penggunaan katup pelepas tekanan, piston kompensasi, atau katup pengontrol aliran yang dikompensasi tekanan.
  4. Kontrol Aliran: Silinder hidrolik seringkali dilengkapi dengan katup pengatur aliran untuk mengatur kecepatan pergerakan silinder. Dengan mengontrol laju aliran fluida hidrolik, gerakan silinder dapat disesuaikan agar sesuai dengan kondisi beban yang berubah. Katup pengatur aliran memungkinkan pergerakan yang halus dan terkontrol, mencegah perubahan mendadak yang dapat menyebabkan ketidakstabilan.
  5. Sistem Umpan Balik: Untuk memastikan kinerja yang stabil di bawah beban yang berfluktuasi, silinder hidrolik dapat diintegrasikan dengan sistem umpan balik. Sistem ini memberikan informasi waktu nyata tentang posisi, kecepatan, dan gaya silinder. Dengan terus memantau parameter ini, sistem hidrolik dapat melakukan penyesuaian segera untuk menjaga stabilitas dan mengkompensasi fluktuasi beban. Sistem umpan balik dapat mencakup sensor posisi, sensor tekanan, atau sensor beban, tergantung pada aplikasi spesifiknya.
  6. Ukuran dan Pemilihan yang Tepat: Memastikan kinerja yang stabil di bawah beban yang berfluktuasi dimulai dengan penentuan ukuran dan pemilihan silinder hidrolik yang tepat. Sangat penting untuk memilih silinder dengan ukuran lubang, diameter batang, dan panjang langkah yang sesuai dengan kondisi beban yang diperkirakan. Silinder yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menyebabkan ketidakstabilan dan penurunan kinerja. Penentuan ukuran yang tepat juga melibatkan pertimbangan faktor-faktor seperti gaya yang dibutuhkan, kecepatan, dan siklus kerja aplikasi.

Singkatnya, silinder hidrolik memastikan kinerja yang stabil di bawah beban yang berfluktuasi melalui fitur-fitur seperti desain piston, mekanisme peredaman, kompensasi tekanan, kontrol aliran, sistem umpan balik, serta ukuran dan pemilihan yang tepat. Mekanisme dan pertimbangan ini memungkinkan silinder hidrolik untuk memberikan gerakan yang konsisten dan terkontrol, bahkan dalam kondisi beban dinamis, sehingga menghasilkan kinerja yang andal dan stabil.

silinder hidrolik

Apa saja praktik perawatan yang penting untuk memperpanjang umur pakai silinder hidrolik?

Merawat silinder hidrolik sangat penting untuk memperpanjang masa pakainya dan memastikan kinerja optimal. Perawatan rutin membantu mencegah keausan dini, kerusakan, dan kegagalan, yang pada akhirnya mengurangi waktu henti dan menghemat biaya. Berikut beberapa praktik perawatan penting yang perlu dipertimbangkan untuk memperpanjang masa pakai silinder hidrolik:

1. Inspeksi Rutin:

– Lakukan inspeksi visual rutin pada silinder hidrolik untuk mengidentifikasi tanda-tanda kerusakan, kebocoran, atau keausan. Periksa badan silinder, batang piston, segel, dan titik pemasangan. Cari kebocoran cairan, karat, penyok, atau pola keausan yang tidak normal. Deteksi dini masalah memungkinkan perbaikan atau penggantian tepat waktu, mencegah kerusakan lebih lanjut dan memperpanjang umur silinder.

2. Kebersihan:

– Jaga kebersihan lingkungan di sekitar silinder hidrolik untuk mencegah masuknya kontaminan ke dalam sistem. Debu, kotoran, dan serpihan dapat merusak segel dan komponen internal lainnya, yang menyebabkan keausan lebih cepat dan penurunan kinerja. Bersihkan silinder dan sekitarnya secara teratur untuk meminimalkan risiko kontaminasi.

3. Pelumasan yang Tepat:

– Pelumasan yang memadai sangat penting untuk kelancaran pengoperasian dan umur pakai silinder hidrolik. Ikuti rekomendasi pabrikan untuk interval pelumasan dan gunakan pelumas yang sesuai. Oleskan pelumas pada bagian-bagian yang bergerak di dalam silinder, seperti batang piston, untuk mengurangi gesekan dan meminimalkan keausan.

4. Perawatan Segel:

– Segel memainkan peran penting dalam mencegah kebocoran cairan hidrolik dan menjaga kinerja silinder. Periksa dan ganti segel yang aus atau rusak dengan segera. Pastikan segel terpasang dan dilumasi dengan benar. Bersihkan alur segel secara teratur untuk menghilangkan kotoran yang dapat mengurangi efektivitas segel.

5. Pemeriksaan Tekanan:

– Periksa tekanan sistem hidrolik secara berkala untuk memastikan tekanan berada dalam kisaran operasi yang direkomendasikan. Tekanan yang berlebihan dapat memberi beban pada silinder dan komponennya, yang menyebabkan keausan dini. Pantau tingkat tekanan dan lakukan penyesuaian seperlunya untuk mencegah kelebihan beban pada silinder.

6. Perawatan Katup Kontrol:

– Merawat dan memeriksa katup kontrol yang mengatur aliran dan arah cairan hidrolik. Pastikan katup berfungsi dengan benar dan tidak menyebabkan tekanan berlebihan atau lonjakan tekanan di dalam silinder. Bersihkan atau ganti katup kontrol jika rusak atau tidak berfungsi.

7. Penyelarasan Silinder:

– Penyelarasan silinder hidrolik yang tepat sangat penting untuk umur pakainya yang panjang. Ketidakselarasan dapat menyebabkan beban samping yang berlebihan, yang mengakibatkan keausan tidak merata dan potensi kerusakan. Pastikan silinder sejajar dengan benar dengan komponen lain dan titik pemasangannya aman.

8. Mencegah Kelebihan Beban:

– Hindari membebani silinder hidrolik dengan beban yang melebihi kapasitas nominalnya. Beban berlebih dapat menyebabkan kerusakan internal, kegagalan segel, dan mengurangi masa pakai. Pastikan persyaratan beban berada dalam kemampuan silinder dan pertimbangkan untuk menggunakan perangkat keselamatan seperti sistem perlindungan beban berlebih bila diperlukan.

9. Pelatihan dan Kesadaran Operator:

– Berikan pelatihan yang memadai kepada operator peralatan tentang penggunaan dan penanganan silinder hidrolik yang benar. Operator harus menyadari keterbatasan silinder, prosedur pengoperasian yang aman, dan pentingnya perawatan rutin. Promosikan budaya perawatan proaktif dan dorong operator untuk segera melaporkan setiap potensi masalah.

10. Dokumentasi dan Pencatatan:

– Buat dokumentasi terperinci tentang semua aktivitas perawatan, termasuk inspeksi, perbaikan, dan penggantian. Catat jadwal pelumasan, pemeriksaan tekanan, dan perawatan apa pun yang dilakukan pada silinder hidrolik. Dokumentasi ini membantu melacak riwayat silinder, mengidentifikasi masalah yang berulang, dan merencanakan perawatan di masa mendatang secara efektif.

Dengan mengikuti praktik perawatan ini, masa pakai silinder hidrolik dapat diperpanjang, memastikan kinerja yang andal dan mengurangi risiko kegagalan yang tidak terduga. Inspeksi rutin, kebersihan, pelumasan yang tepat, perawatan seal, pemeriksaan tekanan, perawatan katup kontrol, penyelarasan silinder, pencegahan kelebihan beban, pelatihan operator, dan dokumentasi berkontribusi pada umur panjang dan fungsi optimal silinder hidrolik secara keseluruhan.

China factory 350 Ton Double Acting Hole Hydraulic Cylinder   with Best Sales China factory 350 Ton Double Acting Hole Hydraulic Cylinder   with Best Sales
editor by CX 2023-10-23